Ngudari Ruwet Renteng

Mencoba memahami kepribadian

Rokok,Identitas-kah ??


MUI,udah bilang kalau rokok haram,

Perda DKI menyatakan,merokok di area publik dilarang,

MenKes ikut-ikutan bilang kalau merokok merugikan kesehatan.

 

  Ya,rokok sangat lekat dengan kehidupan sosial masyarakat kita,waktu santai,nongkrong di warung,kongkow bareng teman,tak lepas dari benda seukuran pensil berisi tembakau kering itu.Pekerja bangunan,pedagang,petani,pegawai,ulama,bahkan hingga anak yang masih berada di bangku sekolah,setiap saat,setiap aktu selalu akab dengan rokok.Tak peduli dengan kandungan racun yang sudah digembar-gemborkan oleh dokter,menteri hingga ulama,kaum perokok masih tetap setia dengan rokok,meskipun kesehatan mereka akan dipertaruhkan.Kalau ditilik dari segi kesehatan,tentunya rokok harus dijauhi,kandungan nikotin,karbon monoksida,seta beberapa zat yang dapat menimbulkan penyakit mematikan semacam kanker,TBC,serangan jantung,gangguan kehamilan dan janin bagi para “smokerswati”.Perokok dikelompokkan dalam beberapa golongan berdasar resiko yang akan dihadapi akibat kebiasannya tersebut,antara lain :

 

1.Perokok Aktif (First Hand smokers)

Bagi anda yang memang hobi memenuhi rongga mulut anda dengan kepulan asssap rokok,bersiaplah dengan gagguan-gangguan kesehatan yang akan anda alami.Saran saya,mulailah dari sekarang kurangi sedikit demi sedikit konsumsi rokok anda,apakah anda tidak sadar kalau bumi kita ini sudah dipenuhi polusi,baik yang di darat,perairan maupun polusi udara,janganlah anda tambahi dengan asap rokok anda.Cukuplah bajaj,oplet,metromini,serta motor 2 tak yang membuat asap polusi,jangan semakin memperburuk keadaan.

2.Perokok Pasif (Second hand smokers)

Sebenarnya saya agak nggak enak kalo nge-bahas golongan yang ini,yap,karena sayapun termasuk kedalamgolongan ini.Begini jelasnya,saya sama sekali nggak merokok,namun keseharian saya mengharuskan saya untuk hidup berdampingan dengan kaum smokers,akhirnya mau tidak mau sayapun akan ikut terpapar zat radioaktif *loh,loh,loh,ini rokok apa nuklir si

3.Non Perokok (Third hand smokers)

Nah,bagi anda bapak-bapak ataupun ibu-ibu yang hobi dengan kepulan asap rokok,jangan dipikir kalau orang-orang disekitar anda,termasuk buah hati anda terbebas dari resiko penyakit yang ditimbulkan rokok.ya,meskipun secara teori mereka sama sekali tidak merokok,namun ketika anda bercengkrama dengan mereka,sisa-sisa asap yang menempel di pakaian anda bisa saja terhirup oleh buah hati anda.Akhirnya,seperti bisa ditebak,anak-anak anda akan mulai “menabung” racun dalam tubuh mereka sejak dini.

 

Menghindari para perokok bukanlah satu jalan yang tepat untuk menjauhi penyakit yang ditimbulkan rokok.Hal tersebut dikarenakan fenomena merokok memang sudah sedemikian kompleks-nya,nggak peduli apapun profesinya,berapapun penghasilannya,kapanpun dan dimanapun mereka bekerja,rokok selalu menghiasi kehidupan para perokok ini,,,#SoSuuiiittt

Namun selain bisa jadi pembunuh ulung,tampaknya rokok bisa jadi perantara yang bisa mempererat jalinan sosial di kehidupan masyarakat.hal ini dibuktikan dengan sulitnya menjauhkan rokok dari kehidupan sosial masyarakat kita.Bahkan,ada seniman jalanan yag pernah bilng kalo rokok bisa jadi sumber inspirasi.

Saya punya satu kisah yang menurut saya unik tentang rokok,beberapa waktu lalu saat saya melakukan perjalanan untuk pulang kampung,sewaktu dalam bis saya duduk dengan seorang laki-laki berjenggot,rambut jebrik,tampang sangar,dan tampaknya kurang bersahabat.Pikiran saya bilang kalo orang ini adalah preman,hati saya was-was,takutnya dia bertindak diluar dugaan saya.Akibat pikiran negatif saya ini,tak ada sepatah katapun meluncur dari mulut kami,hanya diam seribu bahasa,bermain dalam pikiran kami masing-masing.Merasa kurang nyaman dengan kondisi ini,sewaktu berada di rest area dan usai menyantap makan malam,saya berinisiatif menawari beliau sebatang rokok (kebetulan ada seorang temen saya yang nitip oleh-oleh rokok),walhasil,beliau dengan tangan terbuka menerima itikad baik saya tersebut.Usai kejadian berbagi rokok tersebut,pembicaraan kami dalam perjalanan menjadi lepas dan santai.

Balik ke topik utama,permasalahan rokok bukan lagi jadi masalah personal,melainkan sudah menjadi masalah publik.Terlepas dari berbagai masalah yang ditimbulkan rokok,negeri ini tak bisa menutupi kalau pajak rokok juga ikut menyangga APBN,meningkatkan kesejahteraan petani tembakau,serta membuka lapangan pekerjaan bagi pekerja pembuat rokok.Untuk saat ini mungkin kita tak bisa melempar semua kesalahan pada perokok aktif untuk menanggung efek negatif dari kegiatan mereka.Seluruh lapisan masyarakat beserta pemerintah harusnya turut aktif mencegah lahirnya generasi perokok baru.sekarang pilihan jatuh pada anda,mau jadi perokok atau tidak ???

 

 

6 comments on “Rokok,Identitas-kah ??

  1. dearKUR
    19 Maret 2012

    waah, syukurlah saya ga merokok, tapi repot juga kalo ketemu orang kayak gitu diangkot tanpa ”senjata” itu…

  2. mintarsih28
    2 Mei 2012

    waduh menkesnya sekarang gak sadar diri kerna kanker paru-paru. dulu dokternya yang bodoh ya sehngga gak bisa deteksi pas calon mentri tes keshatan. padahal biaya tes negara mengeluarkan dana yang besar.

    • mbaheariel
      5 Mei 2012

      mungkin waktu tes kesehatan paraa calon menteri dokternya khilaf.Jadi dimaklumin aja,lha wong dokter juga manusia.

  3. danirachmat
    22 Juli 2012

    Manusia awalnya kan gak merokok ya? Kenapa akhirnya bisa ngejadiin rokok sebagai identitasnya saya gak habis pikir. Kalo dipake sebagai pembeda, kenyataannya banyak banget orang lain yang ngerokok. Gak Spesifik bukan? :D

    • mbaheariel
      22 Juli 2012

      yap,begitulah ribbetnya seorang perokok !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: