Ngudari Ruwet Renteng

Mencoba memahami kepribadian

Yang Harus Ku Kerjakan


Pekerjaanku tidaklah mulia, tidak pula tinggi upahnya, tidak jelas posisinya dan tidak pasti sampai kapan akan ku kerjakan. Ku hanya berharap dan berusaha sebaik mungkin supaya bisa ;

Menjalankan tugas sebagai penanggungjawab sebertanggungjawab mungkin atas segala amal perbuatanku di dunia ini.

Menjalankan tugas sebagai teman yang baik dan bemanfaat untuk semua teman-temanku.

Menjalankan tugas sebagai sahabat yang setia dan berusaha selalu ada untuk sahabat-sahabatku.

Menjalankan tugas serapih mungkin sebagai bawahan dari atasan dan pemimpinku.

Menjalankan tugas sebertanggungjawab mungkin menjaga amanat dari orang-orang yang mempercayaiku.

Menjalankan tugas sebaik mungkin sebagai kakak dari adik-adikku yang harus bisa aku bimbing.

Menjalankan tugas sebagai adik dari kakak-kakakku yang harus bisa aku jadikan sebagai orang tua ketiga setelah ayah dan ibuku

Menjalankan tugas sebagai anak yang berbakti bagi orang tuakuyang telah banyak menumpahkan pengorabanannya untukku.

Menjalankan tugas sebagai warga yang baik dan memberikan sumbangsih terbaik untuk bangsa dan negara dimana aku diakui.

Menjalankan tugas sebagai makhluk hidup yang wajib menjaga isi alam yang Allah amanatkan.

Menjalankan tugas sebagai umat dan pengikut Nambi Muhammad SAW, yang harus dijadikan sebagai junjungan dan panutan.

Menjalankan tugas sebagai hamba yang harus taat dan patuh dalam menjalankan segala perintah dan larangan dari Allah SWT.

 

Re-Posting dari Rosid.net

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 14 September 2011 by in cerpen kaya makna, Heart, Psikologi and tagged .
%d blogger menyukai ini: