Ngudari Ruwet Renteng

Mencoba memahami kepribadian

Sebuah Nama Sebuah Cerita


Masih segar di ingatan saya ketika saya bermain bola di tanah lapang bersama teman-teman kecil saya,masih lekat pula ketika saya merasakan betapa bahagianya hati saya ketika diberikan sepeda baru yang kala itu menjadi barang yang termasuk mewah (menurut saya).Layaknya kebanyakan anak biasa,tiap pagi saya mngawali hai untuk melakukan aktivitas utama yakni sekolah,sekolah pertama saya yakni SDN Balongrejo 1.Sebuah sekolah di pusat desa balongrejo yang selalu riuh dengan kegiatan anak-anak di sekolah.Dari sanalah saya,berjumpa dengan kawan-kawan saya yang mungkin saat ini sudah jarang berkomunikasi.Kegiatan kami di sekolah waktu SD bisa dibilang cukup monoton(menurut orang dewasa),karena hanya diisi dengan bemain dan belajar(ya meskipun emang cuma itu kegiatan anak-anak seumuran saya waktu itu).Sekolah di pagi hari,tak membuat saya malas untuk mendalami ilmu agama (bukan bermaksud sombong),karena waktu sore hari saya selalu pergi ke Langgar (Mushola kecil) untuk belajar “iqro” bersama teman-teman SD saya juga.Mulai jam 3 atau jam setengah 4 kami beramai-ramai berangkat menuju Langgar,dengan berbekal sebuah buku tulis,Iqro dan tentu saja uang saku.Selepas pulang mengaji kami (saya) mengerjakan PR dari sekolah dengan dibantu ayah atau kadang ibu saya,setelah usai belajar saya baru diperbolehkan bermain kembali,namun Cuma sampai menjelang maghrib.Berkumandangnya adzan maghrib menjadi pertanda bagi saya untuk pulang kerumah,beberapa saat kemudian ayah saya sudah siap mengajari saya belajar Iqro.Ya,,,masih terbayang dalam ingatan saya betapa hangatnya suasana saat itu,bersama kedua orangtua saya,nenek,dan seluruh keluarga saya.

Senda gurau,saling ejek,berantem kemudian akur lagi setelah dihukum,menjadi satu kenangan indah yang tak mungkin saya bisa lupakan.Tapi kejadian yang paling saya ingat adalah ketika kami sering memetik buah jambu air di beberapa rumah warga tetangga sekolah.Ya,,,,,,meskipun kami sering dimarahi karena membuat halaman mereka menjadi kotor karena daun jambu yang berguguran,kami justru menganggap hal tersebut sebagai hal yang lucu(nggak tahu dilihat dari sudut pandang mana kok bisa lucu!!!).Terkadang kalo lagi musim buah,kami mencari buah-buahan seperti ciplukan,jambu mete,mangga,rambutan alas atau pepaya di tegalan .Bahkan kalo musim belalang kami rela berlarian dan mengejarnya sampai naik ke pohon mangga yang lumayan tinggi,setelah dapat lumayan banyak kami santap belalang tersebut layaknya Si Bolang yang mungkin sering anda lihat di TV.Saat panen di musim hujan/Gadu,kami sering menghabiskan waktu usai sekolah untuk mencari belut,lebih ekstremnya lagi kami memancing belut hanya dengan bermodal jari tangan kami yang imut (tapi dulu) dan tongkat pemukul . Caranya kami langsung saja memasukkan jari tangan ke dalam lubang yang kami tandai sebagai sarang belut,setelah merasakan gigitan belut kami langsung menariknya dan melontarkannya keudara,setelah jatuh tongkat siap menghampiri si belut.

Mungkin hal tersebut anda anggap menjijikkan,tapi kami menganggap hal tersebut sebagai satu hiburan yang cukup menyenangkan.Momen-momen indah yang tak sempat saya abadikan dalam gambar potret kehidupan masa kecil saya,karena memang kala itu kamera menjadi salah satu hal yang dimiliki golongan tertentu saja.Saya sempat merasa menyesal tak dapat mengabadikan kejadian-kejadian tesebut dalam blog ini (berupa foto),andai hal tersebut dapat terlukis mungkin akan tampak lebih indah dan mengesankan!!!(ngarep.com).Beda dengan anak zaman sekarang yang lebih banyak menghabiskan waktu didalam rumah untuk main Playstation,jalan-jalan ke mall,ketempat wahana mainan,masa kecil saya dulu banyak diisi dengan main,tapi ala anak desa.Mainan kami dulu juga didominasi mainan alami,seperti ketapel,gundu,mobil-mobilan dari kulit jeruk dan tentu saja mainan paling tenar kala itu yakni gangsing dan yoyo,tapi dari kayu.Selain mainan individu kami juga sering bemain sebagai tim seperti bermain gobag sodor,beteng,petak umpet,kasti dan sepakbola.

Memasuki masa SMP (Sekolah Menengah Pertama) hal-hal tesebut mulai jarang kami lakukan,tapi sesekali kami masih bermain gangsing dan sepakbola.Kegiatan kami berubah haluan menjadi lebih mengarah pada kegiatan sekolah seperti bimbingan komputer,dimana masa itu saya baru pertama kali mengenal barang yang bernama komputer.Bimbingan Bahasa Inggris pun kami ikuti,begitu juga dengan MTQ, Pramuka,berbagai ekskul dibidang olahraga.Otomatis waktu kami yang selama ini kami gunakan untuk bermain mulai tersita dengan berbagai kegiatan tersebut. Berawal dari sanalah mulai timbul perasaan untuk berontak,kami sering tidak mengikuti berbagai kegiatan tersebut.Jujur saya merasa tertekan dengan adanya kegiatan yang menyita waktu bermain saya tersebut.Namun yang paling saya ingat dari masa SMP adalah ketika upacara 17 Agustus 2006.Ada hal yang mungkin lucu untuk saya ceritakan,pagi itu,layaknya tanggal  17 Agustus biasanya kami dikumpulkan di lapangan untuk diberi pengarahan.Untuk kelas IX dan VIII harus mengikuti upacara dI pagi hari sedangkan untuk kelas VII harus mengikuti upacara sore harinya.Bermula saat berangkat,saya dan ketiga teman saya berangkat menuju tempat upacara yang kurang lebih berjarak 5 kilometer dari sekolah kami.Saat mulai memasuki dusun kami,kami berhenti  dirumah salah satu teman saya,kami berunding untuk ikut upacara atau tidak. Hasil dari perundingan itu kami memutuskan untuk tidak ikut upacara (hehehehe,,,,,,)tapi kami malah mancing di sungai yang kebetulan searah dengan tempat upacara ( konyol banget kan??) Eiiiiitttsss waktu kami nongkrong di jembatan sambil mancing kami kepergok oleh guru BK kami.Kamipun kocar-kacir dibuatnya,dengan respon yang cepat kami langsung loncat kekolong jembatan,tapi dasar nasib sial,tetap saja ketahuan,kami disuruh naik dan sempat dinasehati.Jujur waktu itu sebenarnya saya malu sekali,tapi emang dasar lagi “nakal” ya mau gimana lagi!!!! Beberapa hari setelah kejadian tersebut,saya bertemu kembali dengan Guru BK (Bimbingan Konseling) tesebut dalam momen pelajaran BK,ehhh malah saya disuruh cerita bagaimana kronologi peristiwa tersebut kepada teman-teman sekelas,saya bener-bener malu atas kejadian tersebut.Tapi kejadian tersebut bisa jadi pelajaran bagi saya,Pelajaran yang pertama,saya jadi berpikir untuk apa sih kita (saya) harus lari saat mengikuti upacara???toh tak ada gunanya juga !!!.Pelajaran yang kedua,lain kali kalau mau lari dan tidak ikut upacara jangan sesekali mendekati tempat upacaranya,atau nasib naas yang kedua siap menghampiri (hehehehe,,,,,,,,,).Momen SMP terlewati dengan indah setelah ditutup dengan kelulusan yang kami dapat,dan diakhiri dengan perpisahan.

Memasuki masa SMA kenakalan mulai cenderung berkurang,mungkin karena terpengaruh kondisi lingkungan yang kondusif dan disiplin,atau mungkin juga karena udah mulai berpikir dan memikirkan seberat apa perjuangan orangtua saat memperjuangkan hak sekolah kami,atau mulai menatap jalan kedepan yang akan dilalui.Banyak pengalaman dan pengetahuan yang saya dapat saat di SMA.Di SMA pula saya bertemu berbagai karakter orang (Sudah saya ceritakan di aa1993pratama.blogdetik.com),dan menurut saya orang pertama yang patut untuk saya ceritakan dalam tulisan ini yakni teman dekat saya,Ia begitu menginspirasi saya lewat semangat,disiplin,kepatuhan dan ketegasan yang ditunjukkannya dalam setiap tindakannya.Watak,Toto Kromo,Tindak  Tanduk,dan bagaimana ia bersikap serta memosisikan dirinya dalam suatu permasalahan membuat saya kagum,hingga saat ini saya merasa Ia sudah seperti saudara kandung saya,ya karena kami sangat dekat,bahkan nyontek pun sering bareng-bareng.Orang kedua,Sosok tegas , Galak , Disiplin,Otoriter,namun penyayang dan perhatian terhadap anak didiknya patut saya sematkan kepada Bapak Priyatno,SPd ( Wali kelas saya saat kelas X < Kelas 1 SMA> ).Sosoknya sangat membuat kami (saya dan teman-teman) kagum,terkesan karena naluri ke-Bapak-an yang ditunjukkannya pada kami,nggak peduli kami melakukan kesalahan apapun,beliau selalu menuntun kami kearah yang benar.Yaaaa,,,,,meskipun Beliau sering menghukum kami ( Secara mental ),kami tahu bahwa itu ungkapan betapa beliau menyayangi kami sepenuh hatinya seperti anak kandungnya.Orang ketiga,beberapa orang masuk dalam kategori ini,yakni sosok seorang yang peduli akan kebutuhan rohani anak asuhnya,penyabar,namun tetap tegas dan disiplin,saya sematkan kepada Bapak dan Ibu guru pengajar Pendidikan Agama maupun pengajar materi-materi Beragama.Sebenarnya masih banyak orang yang saya temui namun ke-semuanya tak mungkin saya ceritakan satu-pesatu,mungkin beberapa orang diatas sudah cukup mewakili banyak hal yang pernah saya alami dikala SMA.

Saya benar-benar menemukan semangat sekolah dalam masa-masa SMA tersebut,dimana saya dapat menikmati,tanpa ada beban,dan rasanya sekolah bukanlah satu rutinitas yang membosankan tapi justru menyenangkan.Selama 3 tahun,kawah candradimuka SMAKOM,benar-benar mendidik dan menempa saya,banyak pengalaman,banyak kenangan dan tentu saja banyak teman menjadi satu hal spesial dari masa SMA saya.Yaaa meskipun kini hal itu telah berakhir,mungkin suatu hari beberapa hal tesebut akan menjadi cerita bagi anak cucu dimasa depan.Satu cerita tentang perjalanan,satu cerita tentang kebahagiaan,satu cerita tentang kenakalan,satu cerita tentang kesedihan,satu cerita tentang indahnya persahabatan,dan akan menjadi seribu cerita penghias kehidupan.Satu hal yang menjadi pesan saya bagi pembaca artikel ini, “Jalani dan nikmatilah apa yang sedang kamu jalani tersebut,sebelum kamu merasa kehilangan dan ingin kembali mengulanginya untuk memperbaikinya”.

Tulisan ini Re-Posting dari aa1993pratama.blogdetik.com

9 comments on “Sebuah Nama Sebuah Cerita

  1. Majalah Masjid Kita
    22 Agustus 2011

    maaf OOT mas.. link telah tertancep di tempat saya :) silahkan di cek :)

  2. masamudamasakritis
    22 Agustus 2011

    pintar2lah mngambil hikmah walaupun itu dari musuhmu..

    http://masamudamasakritis.wordpress.com/

    • mbaheariel
      23 Agustus 2011

      harusnya begitu.Namun terkadang kita malah justru kurang memahami akan hal tersebut.

  3. naluri
    23 Agustus 2011

    perjalanan hidup yg indah..

    • mbaheariel
      24 Agustus 2011

      alhamdulillah kalo ada yang menafsirkan seperti itu!!!
      karena pada kenyataannya,,,,
      lebih indah dari apa yang apat saya tulis,,

  4. abedsaragih
    6 September 2011

    kunjungan balik gan
    sekalian tukeran link
    http://labkomputerku.wordpress.com/

  5. abedsaragih
    8 September 2011

    link agan juda sudah terpasang di sidebar sahabat setia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 22 Agustus 2011 by in Blog, cerpen kaya makna, Heart, Keluarga, Profil, Psikologi and tagged , , , , , , .
%d blogger menyukai ini: