Ngudari Ruwet Renteng

Mencoba memahami kepribadian

Orang Pinggiran


Orang pinggiran,itulah tema yang diangkat oleh salah satu stasiun televisi swasta dalam tayangan relity show-nya.Sesuai dengan judulnya,tayangan ini begitu banyk mengupas kehidupan orang-orang yang mungkin bisa dikatakan terpinggirkan,baik terpinggirkan secara domisili,ekonomi dan tentu saja terpinggirkan dalam makna kiasan.Pencari batu kapur,pembuat genteng,pencari kepiting,pencari semut rangrang,merupakan beberapa episode dalam acara ini ( yang kebetulan saya saksikan).Lika-liku sebuah perjalanan untuk menuju satu kebahagiaan mereka tempuh.Meskipun tanpa tahta dan harta mereka memaksimalkan satu modal besar mereka yakni NYAWA.Pencari batu kapur misalnya,usaha mereka menggempur tebing batuan kapur membuat saya berdecak kagum.Terjalnya tebing batuan kapur tak mereka hiraukan,bahkan resiko terburuk yang mereka hadapi adalah longsornya tebing kapur yang senantiasa mengintai keselamatan mereka.

Potret Orang Pinggiran

Dalam tayangan ini saya benar-benar melihat satu sisi berlawanan dari apa yang saya saksikan dalam pemberitaan,terutama pemberitaan tentang uang yang dihabiskan para anggota terhormat DPR untuk biaya study banding ( Lebih pas disebut Jalan-jalan) yang mencapai 11 digit.Tapi coba Anda lihat gambar dibawah ini !!!!

Bandingkan saja dengan yang dihasilkan para pencari batu kapur yang hanya mendapat 30 ribu rupiah dalam sehari,untuk tiap tetesan puluh  yang mengucur dari tubuh mereka.Yang jadi pertanyaan saya,kalo hanya untuk study banding tentang kemiskinan kenapa mereka (DPR) harus sampe ke Luar negeri??? Bukankah kemiskinan yang ada di negeri ini harusnya sudah cukup membuat mereka belajar tentang apa yang dirasakan rakyat di negeri  ini !!! Tentang rasa lapar,tentang rasa terhimpit akan kebutuhan dan tentang rasa tertekan akan keadaan.

Namun terlepas dari itu semua ada satu sisi yang membuat saya kagum,salut,terkesan dan terkadang merasa tidak ada apa-apanya dibanding mereka.Ada saat mereka benar-benar keras dalam berusaha ,berjuang,berkorban dan bertaruh nyawa serta jiwa raga,namun satu hal yang mereka tak lupa,sujud pada Yang Maha Kuasa.Satu hal yang membuat saya mengatakan hal itu adalah karrena mereka benar-benar mengabdikan seluruh jiwa raga dan fikirannya pada pkrjaan tersebut.Ada saat mereka mengejar cita,impian dan harapan namun mereka tak melupakan kasih, sayang dan senyum keramahan.Sebuah gambaran yang mungkin cukup menjelaskan tentang jalan hidup pilihan mereka,perjalanan yang harus dibumbui dengan usaha ,pengorbanan dan perjuangan.Sebuah perjuangan yang mungkin tak dapat digambarkan dgan apapu,meskipun dengan Seribu bahasa,sejuta kata dan berjuta makna.Sebuah contoh yang harusnya menjadi titik acuan bagi para pemimpin bangsa  sebagai bekal memimpin negeri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 30 Mei 2011 by in artikel, cerpen kaya makna, Heart, Keluarga, Psikologi and tagged , , , , , , , , , .
%d blogger menyukai ini: