Ngudari Ruwet Renteng

Mencoba memahami kepribadian

Kasih Orangtua Untuk Mutiara hatinya


Peran keluarga dalam sebuah pembentukan karakter seorang anak memang memiliki pengaruh cukup besar.Seorang anak dilahirkan ibarat selembar kertas putih,tanpa noda,tanpa sebuah dosa,dan dari keluarga itulah “kertas”tersebut mendapat warna,lukisan dan goresan.Dalam ilmu “Sosiologi” disebutkan bahwa keluarga adalah lembaga interaksi sosial pertama yang harus dimasuki oleh seorang individu baru,setelah itu teman bermain,sarana belajar,tempat kerja,hingga memasuki lingkungan masyarakat.Dalam perjalanan yang cukup panjang itulah peran keluarga sangat menentukan dalam pemilihan jalan hidup sang anak tersebut.Berbicara tentang keluarga,memang nggak aka nada habis-habisnya,kaena kelurga merupekan suatu topik  yang sangat luas ruang lingkupnya.Dan dalam tulisan saya kali ini saya ingin membahas tentang “SEHARMONIS APA SIH HUBUNGAN ANTARA ORANGTUA DAN ANAK???”.

Mengenai pertanyaan tersebut,sebenanya saya juga bertanya-tanya kenapa tiba-tiba saja terlintas di benak saya tentang topic tersebut!!!!!!!!! Setelah melalui bebrapa survei baik melalui media massa cetak,elektronik maupun kenyataan sosial,saya sempat tercengang dengan hal-hal yang saya temui.Yang ingin saya bahas pertama ini mungkin agak “Negatif” karena melibatkan kenakalan anak,terutama remaja.Dalam kasus ini banyak muncul pertanyaan dari beberapa kalangan,apakah orangtua telah salah mendidik anak ??? Jawaban dari pertanyaan trsbut tentu “tidak”.Nggak ada orangtua yang mendidik anaknya untuk menjadi seorang yang salah dalam menjalani hidupnya.Faktor pergaulanlah yang menyebabkan hal tersebut terjadi,dan utamanya sikap anak yang kurang bisa menahan diri.Naaaaahhh,,,,,,,,,dalam kasus ini sebenarnya orangtualah yang dirugikan,bagaimana tidak,dalam pepatah jawa disebutkan “Anak polah,Bapa kepradah”,yang artinya “dalam setiap tindakan yang dilakukan anak,orangtua lah yang akan bertanggung jawab”.Ketika hal trsebut terjadi,orangtua lah yang memegang kendali “permainan”,bagaimana orangtua benar-benar memainkan peran sebagai “orangtua”dan berusaha menanamkan sikap tanggung jawab didalam diri sang anak.Tak hanya itu orangtua juga harus menanamkan nilai-nilai yang menaati etika yang berlaku di masyarakat.Orangtua pun harus menanamkan nilai Agama,Moral dan tentu saja  kasih sayang terhaap sesama.

Jika kasus diatas,anaklah yang harus diberi perhatian lebih karena kenakalan yang dibuatnya, maka pada paragraf ini mungkin agak sedikit berbeda.Dalam beberapa kasus di media massa akhir-akhir ini banyak menunjukkan hal yang bertolak belakang.Orangtua yang harusnya menjadi ladang kasih sayang,malah menjadi momok menakutan bagi sang anak.Banyak oknum orangtua yang menyakiti (secara fisik) anaknya,memukuli,bahkan yang paling tragis ada orangtua yang tega membuang anaknya yang masih bayi.Dan dari diantara banyak kasus pembuangan bayi tersebut, oknum ibulah yang menjadi “tersangka” terbanyak.Lantas dimanakah pepatah “Kasih ibu sepanjang masa”itu diletakkan??? Bukankah harusnya orangtua khususnya ibu menjadi tempat curahan kasih sayang untuk sang anak??? Kalau sudah seperti itu bukankah manusia lebih berperikehewanan????? Bukankah sebuas apapun hewan tak pernah mereka mnyakiti,membuang bahkan sampai hati membunuh anak yang mereka lahirkan???

Tak perlu bagi kita saling menyalahkan,saling menghujat,dan  mengucilkan pelakunya.Sebagai makhluk sosial harusnya kita ikut menyelesaikan dan ikut mencari jalan keluar untuk permasalahan ini.Kita perlu melihat hal ini dari sisi obyektif,pertama kita lihat dari mana sumber masalah ini,disebutkan dalam berbagai media massa,ekonomilah yang melatarbelakangi semua hal ini.Tapi bukankah Tuhan telah menentukan alur rejeki setiap makhluknya???Kalaupun memang ekonomilah penyebab semua itu perlu kita pikirkan bersama bagaimana agar masalah ini bisa berakhir dan terselesaikan.Dalam hal ini tampaknya pemerintah harus dilibatkan untuk menangani kasus yang dialami rakyatnya.

Tapi tak semua orangtua berlaku seperti yang saya tuliskan diatas,yang saya sebutkan merupakan oknum yang mungkin lebih menyeruak ke permukaan,dibandingkan orangtua yang menyayangi dan mengasihi anaknya coba tengok gambar dibawah ini :

Keharmonisan sebuah keluarga

Keharmonisan sebuah keluarga,Foto oleh : Aa Pratama

Kasih Orangtua Kepada sang anak

Kasih Seorang Orangtua,Foto Oleh : Aa Pratama

Bukankah indah pemandangan diatas,keluarga kecil,bahagia.Sang anak pun tampak menikmati kebersamaan tersebut,hal seperti diatas hanya bisa terjalin apabila terjadi interaksi yang baik antara orang tua dan anak.Komunikasi dan pendekatan secara psikis akan mempererat hubungan antara orangtua dan anak.Kalau berbagai permasalahan diatas disebutkan akibat masalah ekonomi,tapi coba lihat mereka,mereka masih bisa,merawat dan menyayangi anak-anak mereka tanpa menyakiti atau hingga membuangnya.

Coba anda lihat dan rasakan,bukankah mereka cukup bahagia dengan hidup seperti itu,tapi kenapa masih banyak diantara kita yang belum bisa mensyukurinya.Bukankah hidup itu merupakan sebuah anugerah dari Yang Maha Kuasa yang patut kita syukuri???Bukankah kita telah diberi hal terindah dalam perjalanan hidup ini,yaitu rasa untuk menyayangi dan mengasihi terutama kasih orangtua tehadap anak???Lantas kenapa masih ada kasus seperti diatas???Bukankah mereka (orang tua) yang terkesan seperti anak-anak???

Bukan orangtua namanya kalau mereka hanya memiliki sifat yang negatif,dibalik semua sifat tersebut tentunya mereka memiliki satu hal yang kita(anak-anaknya) takkan mungkin bisa memahaminya.Satu hal tersebut yakni,”Setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya,dalam hal apapun” karena itu memang satu sifat naluriah seorang orangtua.Namun terkadang kita salah memahami hal tersebut,atau kadang hal tersebut justru membuat kitamerasa diperhatikan sepeti anak kecil.Asal anda tahu,sebesar apapun ,sedewasa apapun,sehebat apapun anda ,bagi orangtua anda tetaplah anak kecilnya,yang layak diperhatikan,dikasihi dan disayangi.

Cobalah pada satu waktu,renungkan seberapa keras usaha orangtua anda dalam membesarkan dan merawat anda .Saya yakin pasti terlintas di benak anda “mereka melakukan apapun demi saya”.Kenapa saya bisa berkata begitu??? Ya karena saya telah merasakannya sendiri,satu hal yang selalu memayungi pikiran saya,Kalau mereka(orangtua) rela melakukan apapun demi saya,kenapa saya nggak!!!saya juga akan melakukan hal yang sama.Ya………meskipun tak sebesar pengorbanan mereka untuk saya,,,,,mungkin apa yang saya lakukan tersebut bisa menimbulkan gurat bahagia dalam hati mereka(mudah-mudahan)!!!

2 comments on “Kasih Orangtua Untuk Mutiara hatinya

  1. wedus ucul
    24 Mei 2011

    owwwwhhhhhhh””””

    • mbaheariel
      24 Mei 2011

      ?????? GABLUK,,,,,tp thanks dah mampir!!!!!!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 8 Mei 2011 by in cerpen kaya makna, Heart, Keluarga, Psikologi and tagged , , , , , , .
%d blogger menyukai ini: