Ngudari Ruwet Renteng

Mencoba memahami kepribadian

Ukiran Rindu Menyapamu


gambar diambil dari yudhiforever.blogspot.com

gambar diambil dari yudhiforever.blogspot.com

Usap dahiku kan kuceritakan sejuta kisah indah itu..

Rasakan resahku dan rangkaian kata indah kan tercipta untukmu..

Hanya engkau yang mengerti ucap kasihku..

Engkau yang telah lelah menemani nafas waktu..

Pujangga malam terpana memandang kilauan itu..

Hangatnya engkau dekap gemuruhku..

Senyum itu anugrah jiwa terikat nafas,mimpi terangkai didekapmu..

Irama malam sandarkan aku dalam buaian itu..

Dengan canda tawamu..Walau sejenak..

Dahaga ini terurai disetiap sentuh lembutmu..

Tak sedetikpun jiwa ingin beranjak..

Timang kasihmu bagai membawa jiwa melukis mimpi indah tak berujung..

Lelapku ..dekapmu..menyatu..

Menatap langkahmu dan sejuta kerikil waktu..

Terlihat jelas pandang indah itu..

Menggengam jiwa..Anugrah terindahku..

Belai lembut jarimu..

Ajarkan aku tuk memahami indahnya waktu bersamamu..

Rangkaian cerita yang tertulis dinafasmu..

Sepimu sirna, ketika aku tertawa meski galau menyita jiwa..

Syimponi jiwa terangkai ketika malam menyapa, tetap senyummu temani lelapku..

I Miss You..Mama..Papa..Ibu..Ayah..Emak..Bapak..

Apapun panggilan indah untukmu..

Mungkin aku tak secemerlang bintang yang bersinar..

Tetap kalimat indah “engkau kebanggaanKu” yang menyapa aku..

Mungkin aku tak seindah purnama..

Tetap lukisan indah yang engkau hadirkan kejiwaku..

Ialah keindahan jiwaku, indah tertanam dihati..

Bunda..Ayah..

Kerinduan ini tak henti menyapa..

Ukiran nafas hadir menyapa Doa..

Semua menyatu dalam hening rinduku..

Tersenyumlah Ibu..Ayah..

Walau kini engkau jauh dimata……

Syair Rinduku takkan lelah menyapamu……

Semua panggilan indah itu yang warnai jiwa..

Akan kurangkai, indahkan engkau dalam bait doaku..

Dalam Hening Kurindu..Senandung doa terangkai untukmu…

Cahaya Jiwa..Ibunda..Ayahanda..

Dikutip DARI SINI

Satu sentuhan rasa dalam sebuah karya,membuat sebuah karya jadi bernyawa,seakan mnyapa dan merasuk jiwa.Meski hanya rangkaian kata,ia dapat berbicara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 7 Mei 2011 by in Blog, cerpen kaya makna, Heart, Keluarga, Psikologi, Puisi and tagged , , , , , , , , .
%d blogger menyukai ini: