Ngudari Ruwet Renteng

Mencoba memahami kepribadian

Sepenggal catatan untuk ayah


Ketika itu hujan turun begitu deras,

kulihat engkau begitu semangat,

yah begitu cerah hatimu memandangku dipelukanmu..

Tiada terlihat kegundahan rasa dibalik badai yang setiap malam menyambut langkahmu..

Tiada terlihat lelah ketika waktu habis berlalu demi aku dan ibu..

Yang terlihat hanya indahnya parasmu yang terbangun disisa malam lelahmu..

Seakan tak ingin lepas dari pelukmu akupun merintih ,tangisku pecah malam itu entah mengapa aku begitu ingin merasakan pelukanmu lebih lama..

Tangisan itu hilang seketika takkala candamu hiasi irama hatiku..

Aku tersenyum memandangmu yang membelai pipi munggilku dan hangat bibirmu begitu nyata dikalbu..

Malam semakin larut namun kulihat engkau masih menemaniku, menyanyikan irama hatimu.

Irama ini yang terekam dimemori jiwa dan kan tertanam disanubai.. aku yang bangga memilikimu..

Hujan seakan menjadi irama lelapku, ketika genggaman jari munggilku tak lepas didekapmu..

Aku yang haus akan kasihmu..

Seakan dipenuhi oleh nyanyian malam,begitulah nyanyian hatimu ,nyanyian harapmu akan indahnya asa yang menantiku..

Hangat nafasmu  mengisi mimpi-mimpi yang tercermin melalui senyum indah..Senyum yang tak pernah lepas hiasi paras itu..walau pundakmu berjejer beban akan waktu..

Indahnya masa kecilku..

Begitulah renungku akan kasihmu,renung jiwa yang membawaku menuju aku..

Aku yang mampu bertahan oleh badai disetiap langkahku..

aku yang mampu tersenyum disetiap cobaan indah tuhan kepadaku..

Aku yang telah kau sirami oleh kebijaksanaanmu..

Aku yang tak akan menyerah oleh waktu..

Karena Aku yakin Tanganmu tetap ada digengaman hatiku..

Engkaulah..

“AyahKu”



Sepenggal puisi ini merupakan keseluruhan suara hati yang mungkin takkan bisa selamanya terpendam.Hingga akhirnya kuungkapkan melalui coretan yang mungkin bisa memberi arti untuk seorang yang manginspirasi saya.Untuk ayah,terima kasih banyak karena ayah telah mengajarkan banyak sekali hal yang tak mungkin bisa kudapat dari orang lain.Dan tak lupa sepenggal doa yang slalu mngiringi Ibunda tercinta,semoga apa yang telah kau lakukan untukku bisa aku balas sepadan dngan apa yang telah kau berikan,bunda.Puisi ini saya kutip disini


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 4 April 2011 by in Heart, Puisi and tagged , , , , , .
%d blogger menyukai ini: